KUNTARI

Menamai genre mereka sebagai Primal-core, KUNTARI terus bereksperimen dengan suara-suara primitif yang menghasilkan suara-suara panggilan kawin hewan dengan terompetnya yang dicampur dengan banyak variasi ritme suku-suku di Indonesia.

Kuntari membaptis musik yang mereka mainkan dengan sebutan: Primal-core. Lewat eksperimen pusparagam suara-suara yang seolah datang dari masa lalu, musik yang didengungkan kuntari adalah ritus pemanggilan hewan-hewan purba, adalah sebuah siar yang menandai bahwa musim kawin para primata primitif, telah tiba. Ia menyitir, memiuh, serta mengeksplorasi variasi ritme dari pelbagai suku-suku di Indonesia. Alhasil, musik yang ditulis kuntari menghasilkan dentum perkusi primitif dengan nuansa gelap pekat, dan liar. 

Kuntari, adalah sebuah grup musik eksperimental besutan Tesla Manaf—yang pada tahun-tahun sebelumnya, dikenal sebagai musisi jazz. Setelah kemudian beralihwahana dari jazz menjadi eksperimental, Kuntari aktif mempromosikan repetoar-repetoarnya. Ia telah berulang kali melakoni ritus tur berkeliling Asia, dan pada tahun 2024 silam, Kuntari menapakan kakinya di benua Eropa. Nama Kuntari berkeliling ke lebih dari 35 kota, dan terpacak sebagai pengisi di festival besar seperti Keroxen Festival di Spanyol, NEXT Festival di Bratislava, Institute Contemporary Art di London, dan CTM Festival di Berlin.

Sebelumnya, pada tahun 2021, album Kuntari terpilih sebagai Album of The Year oleh sebuah media massa arus utama: The Jakarta Post. Selain itu, album Kuntari sempat menduduki posisi ke-2 di album terbaik VICE. Tak hanya itu, Kuntari juga telah berkolaborasi dengan banyak musisi lintas genre seperti Author and Punisher, Keiji Haino, Fuyuki Yamakawa, Rully Shabara, Arthur Hnatek, Morgue Vanguard, Jonas Engel, Luigi Monteanni, Yuji Ishihara, dan Yasushi Yoshida.