
Passive Income dibentuk oleh Wok The Rock (Yes No Wave Music) dan Imam
Senoaji (DOM 65) pada medio 2025 yang kemudian dikembangkan bersama Uma
Gumma (Soundboutique), Rudy Atjeh (Sangkakala), dan Ramberto Agozalie
(Wusa/Zoo). Beranjak dari lagu-lagu Dasela, band grunge asal Madiun (Jawa Timur)
yang pernah direkam pada tahun 1994-1996, dimana Wok merupakan salah satu
anggotanya. Band tersebut terinspirasi oleh Sonic Youth, Faith No More dan Nirvana.
Meskipun pada saat itu belum mengenal Punk, lagu-lagunya memiliki nuansa Hardcore
Punk yang kental, bahkan Hip-Hop dan Grindcore.
Passive Income mengelaborasi keunikan musik ‘90an Dasela dengan konteks di era
2020-an. Tiga lagu Dasela digubah secara bebas hingga tercipta lagu yang berbeda.
Aransemen, sound, lirik, dan judul lagu digubah. Ragam gaya baru musik rock Barat di
era akhir ‘80an seperti Grindcore, Funk Metal, Noise Rock, Dreamwave, Stoner Rock,
Doom Metal hingga Acid House disusun dalam tubuh sound dan energi Hardcore
Punk. Tema lagu lama dikembangkan dengan merespon carut-marut kehidupan
sosial-politik yang sedang gagap menerima perkembangan pemikiran, teknologi dan
moral baru, keganasan gerakan neoliberal melalui praktik politik populisme, hingga
kekacauan informasi yang menciptakan mental publik yang sesat pikir. Tema-tema ini
disampaikan dalam gaya bahasa campur-aduk, puitis dan ugal-ugalan.